(and yet) Another Hook

Benarkah Instagram, Facebook, dan Twitter ‘hanya platform’? Benarkah orang-orang yang mengunggah tweet atau foto setiap saat hanya “gabut” atau “caper”? Mungkinkah kegiatan kita di media sosial adalah hasil manipulasi dan kita adalah kelinci percobaan? Bukan “Gabut”, Tapi Adiksi Saya masih ingat teriakan Mama beberapa tahun lalu melihat saya menghabiskan waktu bermain smartphone hampir seharian. Sekarang, […]

Read More (and yet) Another Hook

Susahnya Nggak Pernah Susah

Sebenarnya udah lama pengin nulis soal WHV, tapi nggak sempet-sempet karena sibuk… mengeluh :)) Dan nggak berasa tau-tau udah tahun kedua aja. Banyak banget cerita yang dari dulu mau dibagi, dari awal visa granted sampai sekarang udah tahun kedua dan tinggal di kota (Perth). Dari miskin.. sampai sekarang miskin lagi. Sebenarnya kalau liat ke belakang dan […]

Read More Susahnya Nggak Pernah Susah

It’s Okay to Be Okay

Setiap hari, saya dipercaya cukup banyak orang untuk mendengarkan cerita mereka. Beberapa di antaranya cuma bercerita bahwa hidup mereka terlalu kosong untuk dijadikan cerita. Mereka bertanya, apakah wajar jika tidak merasakan apa-apa? Apakah wajar jika hidup datar-datar saja? Perasaan-perasaan itu mengingatkan saya pada masa ketika saya juga merasa datar-datar saja. Suatu perasaan asing dan mengerikan […]

Read More It’s Okay to Be Okay

Off the Hook

“She’s not my type but I don’t know why I love her so much” “I know she’s not worth it but I still find myself trying” “I can’t live a day without texting her and I know she won’t respond” “She’s not a good friend but I can’t just leave her” “We broke up but […]

Read More Off the Hook

Broken Hopes

How many times did we fall for feelings that we didn’t know what those were? How many times did we fall and get hurt without knowing what the surfaces made from? How many times can we make sure that those were love? How many times can we call them broken hearts? … and not “broken […]

Read More Broken Hopes

Belajar untuk Belajar #1: Toleransi

Saya orang yang keras kepala dan selalu merasa diri benar. Akhir-akhir ini, saya sedang belajar untuk belajar; mengizinkan diri untuk berubah, mengakui jika saya bisa salah, dan menjadi lebih baik lagi, dari hal-hal kecil di sekitar saya. Semoga selalu bisa saya tulis di sini. “When you mind your own business, life is way less stressful.” […]

Read More Belajar untuk Belajar #1: Toleransi

Tentang Diri – I

2015 Saya sedang suka-sukanya berolahraga dan makan makanan sehat. Pagi jadi punya tujuan: untuk bergerak dan berkeringat. Sumber bahagia terbesar adalah otot perut saya yang mulai terlihat.   Tiba-tiba, saya mengenal seseorang. Kami mulai berbalas pesan dan bercerita apa yang sedang kami lakukan. Dia berkata, “untuk apa sih, olahraga berat-berat? Jelek kalau terlalu kurus atau […]

Read More Tentang Diri – I

Menjadi Dunia

  Sering sekali, saat berselancar di dunia digital, saya menemukan banyak kutipan atau curahan hati perempuan (yang tentunya dengan sangat percaya diri menganggap dirinya mewakili perasaan seluruh perempuan), tentang bagaimana mereka merasa pasangannya tidak punya waktu untuk mereka. Tentu saja, seringnya dengan bahasa ala remaja yang membuat saya merasa beberapa detik dalam hidup saya sia-sia dengan […]

Read More Menjadi Dunia